Koefisien korelasi ranking Tau kendall cocok digunakan
sebagai ukuran korelasi dengan jenis data yang sama dengan data dimana
koefisien korelasi ranking Spearman dapat digunakan. Artinya jika
sekurang-kurangnya tercapai pengukuran ordinal dari dua variable.
Nilai korelasi yang dihasilkan
berkisar diantara -1 sampai dengan+1. Angka pada nilai korelasi yang dihasilkan
menunjukkan keeratan hubungan antara 2 variabel yang diuji. Jika angka korelasi
makin mendekati 1, maka korelasi 2 variabel akan makin kuat, sedangkan jika
angka korelasi makin mendekati 0 maka
korelasi 2 variabel makin lemah.
Sedangkan tanda minus dan
positif pada nilai korelasi menyatakan sifat hubungan. Jika nilai kerelasi
bertanda minus, berarti hubungan diantara kedua variabel bersifat negatif.
Sedangkan jika nilai korelasi bertanda plus, berarti hubungan kedua variabel
bersifat positif.
Arah hubungan positif yaitu
hubungannya searah. Apabila nilai variabel ditingkatkan maka akan meningkatkan
nilai variabel yang lain dan apabila
nilai variabel diturunkan maka akan menurunkan nilai variabel yang lain.
Sebaliknya dari hubungan
positif, hubungan negatif yaitu hubungan yang berlawanan arah. Artinya apabila
nilai variabel ditingkatkan maka justru akan menurunkan niali variabel yang
lain dan apabila nilai variabel diturunkan maka akan menigkatkan nilai variabel
yang lain.
Dan apabila kita mendapati
bahwa nilai koefisien korelasi dari dua variabel adalah 0, maka dapat kita
simpulakan bahwa kedua variabel tersebut independen.
A.
METODE PENGHITUNGAN τ
1.
Berilah ranking pada
observasi-observasi pada variabel X dari 1 hingga N. Berilah pula ranking
observasi-observasi pada variabel Y dari 1 hingga N.
2.
Susunlah N subyek sehingga ranking-ranking
X untuk subyek-subyek itu ada dalam urutan wajar, yakni 1,2,3,…,N.
3.
Amatilah ranking-ranking Y dalam
urutan yang bersesuaian dengan ranking X yang sudah disusun dalam urutan wajar.
Tentukan harga S untuk urutan ranking Y ini.
4.
Jika tidak terdapat angka sama di
antara observasi-observasi X maupun Y, gunakan rumus:
5.
Jika terdapat angka sama, pakailah
rumus:
6.
Jika N subyek merupakan suatu sampel
random dari populasi tertentu, kita dapat menguji adalah harga observasi τ memberi petunjuk adanya asosiasi
antara variabel X dan Y dalam populasinya.
B. UJI SIGNIFIKANSI KOEFISIEN
KORELASI RANK KENDALL
Uji asosiasi
akan menganalisis apakah sebuah variabel mempunyai hubungan yang signifikan
dengan variable lainnya, dan jika ada hubungan, bagaimana keeratan hubungan
tersebut, serta seberapa jauh variable tersebut mempengaruhi variable lainnya.
Dalam uji asosiasi analisis korelasi dan regresi (baik sederhana maupun
berganda) adalah analisis yang sering dipakai.
Kali ini kami
akan membahas uji korelasi antar dua variable sebagai tindak lanjut dari
pembahasan sebelumnya mengenai penghitungan nilai korelasi. Nilai korelasi yang
akan diuji adalah nilai koefisisn korelasi rank Kendall.
Adapun prosedur
pengujian yang harus ditempuh guna memastikan kemungkinan adanya hubungan
antara dua variable melalui metode korelasi Rank Kendall adalah:
1.
Merumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternative.
Hipotesis nol menyatakan bahwa tidak ada korelasi
antara varibel satu dengan variable lainnya. Sedangkan hipotesis alternatifnya
menyatakan bahwa ada korelasi antara variable satu dengan variable yang
lainnya. Bagaiman rumusan kedua hipotesis itu harus dikemukakan secara lebih
rinci dan khusus, hal ini pada akhirnya perlu di sesuaikan dengan konteks
keadaan. Seandainya keduanya dirumuskan secara ringkas dan berlaku umum,
hipotesis nol dan hipotesis alternative dlam metode ini adalah:
Ho : Tidak ada korelasi antara varibel satu dengan
variable lainnya
H1 : Ada korelasi antara variable satu dengan variable
yang lainnya
2.
Menentukan taraf signifakansi tertentu
Taraf signifikansi di tentukan berdasarkan
pertimbangan ingkat kesalahan yang dapat di toleransikan pada suatu keadaan
atau kasus. Misalkan dalam bidang kesehatan digunakan taraf signifikansi 1% dan
di bidang lainnya dapat di gunakan taraf signifikansi sebesar 5% dan 10%.
3.
Selanjutnya dapat di hitung p-value koefisien korelasi yang telah kita
hitung. Kendall untuk N
8
distribusi sampling
ini dapat di dekati dengan distribusi normal.
Dengan mean= µτ = 0 dan standard deviasi = στ =
. Untuk N≤10 telah di sediakan tabel Koefisien
Korelasi Kendall, maka dapat merujuk pada tabel tersebut. Serta untuk N>10
dapat kita hitung dengan pendekatan distribusi normal
Dengan
4.
Keputusan
Seandainya p-value > tingkat signifikansinya
maka kita gagal tolak H0, dapat dikatakan bahwa antara kedua variable yang
diteliti tidak mempunyai hubungan keereatan. Sebaliknya apabila p-value <
tingkat signifikansinya maka kita tolak
H0 atau dapat dikatakan tidak ada hubungan antara kedua variable yang di
teliti.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar